Selamat
siang teman-teman, kali ini kembali lagi bersama saya Yuven. Ok, saya
akan bebagi cerpen kepada kalian. Semoga kalian suka .. Sebelumnya, saya
ucapkan terima kasih karena sudah mengunjungi blog saya ..
Selamat membaca ...
Cinta Telarang
Hembusan
angin menerpa rambut Tata yang sedang duduk termenung diatas rumput-rumput
taman. Ia mengingat masa kecilnya yang sangat berbeda dengan sekarang. Tata
mempunyai seorang teman bernama Nanda. Jarak rumah mereka tidak terlalu jauh. Saat berusia 5 tahun
mereka sering bermain bersama. Ketika sudah memasuki TK,mereka selalu
dijodohkan-jodohkan oleh teman-temannya. Tata sangat malu,setiap ia bertemu
teman atau kakak-kakak tetangganya selalu digoda dengan memanggilnya Nanda.
Seiring berjalannya
waktu,mereka telah kelas 6 SD. Bundanya Nanda ingin sekali menjodohkan anaknya
dengan Tata. Setiap dirumah Nanda selalu digoda bundanya,bahwa ia ingin sekali
menjadikan Tata sebagai menantunya. Nanda mengelak,ia mengatakan bahwa Tata itu
masih kecil. Setiap bundanya menggoda Nanda,ia langsung kabur dari rumah pergi
ke rumah tetangganya. Karena ia merasa risih dan jengkel dengan sikap bundanya.
Suatu saat,dalam acara arisan mingguan,bunda Nanda bertemu ibu Tata. Di
sela-sela perbincangan mereka,bunda Nanda meminta pendapat bagaimana jika Nanda
dijodohkan dengan Tata. Tanpa berpikir panjang,ibu Tata langsung menolak ide
perjodohan itu. Karena mereka masih memiliki hubungan saudara,meskipun tidak
sedarah.
Siapa sangka
dibalik penolakan perjodohan itu,Tata da Nanda semakin dekat. Kedekatan mereka dimulai
ketika sering bersama-sama mengerjakan tugas sekolah,saling berbagi kesulitan.
Saat itulah tumbuh benih-benih cinta diantara mereka. Saat Ujian Nasional telah
usai,Nanda mengungkapkan perasaannya kepada Tata. Akhirnya mereka resmi
pacaran,tanpa sepengetahuan teman-temannya,apabila kedua orang tuanya. Jika
sampai bunda Nanda tahu,bisa-bisa ia tetap bersikukuh ingin menjodohkan Nanda
dengan Tata.
Namun
hubungan mereka tidak berlangsung lama. Ketika sudah kelas 7 SMP,mereka sepakat
mengakhiri hubungannya. Takut jika suatu saat ketahuan oleh kedua orang tuanya.
Setelah mereka berpisah,hanya ada rasa canggung yang tersisa diantara mereka.
Saat bertemupun saling diam tanpa menyapa. Sampai saat memasuki perguruan
tinggipun mereka tetap saling diam membisu.
Terima Kasih ..