Selamat malam teman-teman, jumpa lagi dengan saya .. Ok,, kali ini saya akan berbagi cerita pendek. Semoga kalian suka dan tertarik . Selamat membaca. Jangan lupa like dan komentarnya ..
Terima kasih ..
Sahabat Cintaku
Liburan sekolah telah usai, besok
adalah hari pertama masuk sekolah. Desta dengan semangat menyiapkan peralatan
sekolah yang akan dibawa besok. Ia rindu dengan sekolahnya juga dengan
teman-temannya.
Kringgg... bunyi alarm yang membangunkan
Desta setiap pagi. Ia langsung bergegas mandi,setelah mandi kemudian ia memakai
seragam sekolahnya dan berdandan secantik mungkin. Terdengar suara mamanya
memanggil Desta untuk segera sarapan. Desta pun langsung cepat-cepat keluar
dari kamarnya menuju ruang makan. Di meja makan sudah tersedia roti dan susu
yang biasa dipersiapkan mamanya untuksarapan. Setelah sarapa selesai,ia melirik
jam tangannya ternyata sudah pukul 06.15,langsung ia berpamitan pada mamanya
untuk berangkat sekolah. Tak lupa mamanya selalu berpesan agar Desta selalu
rajin belajar dan berdo’a. Desta hanya tersenyum dan menganggukkan kepala
sebagai tanda ia akan mengingat-ingat pesan mamanya.
Desta mempercepat langkahnya supaya
tidak terlambat sampai di sekolah. SMA Negeri Bandung adalah
sekolahnya,sekolahnya merupakan salah satu SMA favorit yang ada di Bandung.
Desta tergolong anak yang pandai di sekolahnya,ia sering mengikuti berbagai
macam lomba baik tingkat provinsi maupun nasional. Oleh karena itu, ia selalu
di segani oleh teman-temannya de sekolah. Tak jarang ia selalu membantu
teman-temannya yang membutuhkan bantuannya. Setelah menempuh perjalanan sekitar
20 menit daari rumahnya,ia merasa sedikit lelah karena sudah lama tiak berjalan
kaki. Jarak sekolah dari rumahnya tergolong lumayan dekat. Sampai di depan
gerbang sekolah ia bertemu teman-temannya,sambil berjalan menuju ruang kelas diselingi canda dan tawa
untuk menghilangkan rasa kangen mereka. Sampai di kelas ternyata sudah banyak
siswa yang datang,mereka langsung mencari meja dan bangku untuk ditempati.
Beberapa menit kemudian,bel masuk
berbunyi. Seluruh siswa masuk ke dalam ruang kelas masing-masing. Bu Shinta
wali kelas Desta memasuki ruang kelas. Namun,kali ini ia membawa seorang anak
laki-laki pindahan yang tampan,tinggi,dan putih. Sontak seluruh siswa di dalam
kelas bersorak ria. Bu Shinta emudian mempersilahkan anak laki-laki itu untuk
memperkenalkan diri. Di antara teman-teman Desta yang lain,ada yang melontarkan
berbagai pertanyaan yang aneh-aneh,di antaranya : sudah punya pacar belum ?
minta no hp nya donk ? rumahnya dimana?. Namun, berbeda dengan Desta. Saat anak
laki-laki itu menyebutkan namanya,tiba-tiba Desta kaget,ia merasa tidak asing
dengan nama anak laki-laki itu. Ia mencoba mengingat-ingat dimana,kapan,dan
bagaimana ia pernah bertemu dengan anak itu. Namun sayangnya,ia tidak bisa
mengingatnya. Wahyu tidak menanggapi berbagai pertanyaan dari siswa lainnya, ia
hanya memandang ke arah Desta yang terlihat sedikit bingung.
Bu Shinta kemudian menyuruh Wahyu untuk
duduk di samping Desta,kebetulan bangku di sebelah Desta itu kosong. Yah, anak
laki-laki itu bernama Wahyu,lengkapnya Wahyu Tri Handika. Wahyu dengan senang
hati bisa duduk di samping Desta. Dalam hati Wahyu bergumam ,” Desta Yuwita
sahabat kecilku dulu,sekarang menjelma menjadi seorang gadis remaja yang cantik
dan anggun”. Sambil senyum cengengesan ,Wahyu menyapa Desta, Desta sedikit
kaget karena pada saat itu ia sedang
melamun mencoba memutar ingatannya tentang anak laki-laki itu. Desta membalas
sapaan Wahyu dengan senyum yang memperlihatkan tanda lesung di pipinya. Wahyu
melihat senyuman Desta yang ditambahi lesung pipinya,membuat ia ingin sekali
mencubit pipinya yang sering ia lakukan sebelum mereka berpisah.
Sehari-hari diselinhi canda dan tawa
diantara perbincangan mereka,seolah-olah mereka sudah sangat dekat satu sama
lain. Wahyu hanya bisa bertanya dalam hati,”apa kau sudah melupakan aku,Desta ?
ini aku, Wahyu sahabat kecilmu”. Yaa, wajar saja Desta lupa dengannya ,karena
sudah 10 tahun lebih mereka berpisah. Namun , hati Wahyu merasa senang bisa
bercanda tawa setiap hari bersama Desta lagi,setelah sekian lama mereka
berpisah. Jika Desta benar-benar lupa dengannya. Sampai waktu yang tepat ,Wahyu
akan memberitahu kalau ia adalah sahabat kecil Desta.
Hari berganti minggu,minggu berganti
bulan. Kini hati Desta berdebar-debar ketika Wahyu sering menyunggingkan
senyum,belum pernah ia merasakan hati berdebar-debar ketika bersama dengan anak
lelaki seperti sekarang ini.,seolah-olah hati Desta memiliki ikatan batin
dengan Wahyu. Rasa penasaran Desta kepada Wahyu tidak bisa di tahan lagi.
Dengan segala keberaian yang ia kumpulkan , ia bertanya kepada Wahyu tentang
rumahnya dimana,keluarganya siapa,dan mengatakan bahwa ia merasa pernah bertemu
dengannya. Tetapi Desta tidak mendapatkan jawaban sesuai dengan
harapannya,Wahyu dengan spontan hanya menjawab “Rahasia”,itu membuat hati Desta
sedikit kesal dibuatnya. Namun, dalam hati Wahyu bertanya “apa kamu sudah bisa
mengingat dan mengenaliku,Desta ?”. Dengan
keputusan yang bulat,secepatnya ia akan memberitahu Desta
segalanya,sebelum Desta terlanjur
membencinya.
Suatu hari,saat pelajaran telah
selesai dan waktunya pulang pun tiba. Wahyu mengajak Desta pergi jalan-jalan ke
suatu tempat. Desta pun setuju sekaligus ia bisa melepas rasa lelah setelah
menerima pelajaran yang sangat membosankan. Wahyu mengajak Desta pergi
jalan-jalan ke taman bunga, ternyata taman bunga itu adalah tempat kenangan
Desta dengan Wahyu. Betapa senangnya hati Desta di ajak jalan-alan seorang
teman yang baru ia kenal beberapa bulan yang lalu,ternyata ke tempat
favoritnya. Desta memulai pembicaraan dengan berkata “ Aku sangat merindukan
taman bunga ini,juga sangat rindu dengan orang yang aku sayangi ,sewaktu kecil
kita setiap hari menghabiskan waktu di taman bunga ini,taman bunga ini
merupakan kenangan terindah dengannya. Dia adalah sahabat sekaligus cinta
pertamaku,namun saat ini aku tidak tahu keberadaannya,karena kita berpisah
sudah 10 tahun lebih”. Mendengar perkataan Desta,dalam hati Wahyu bertanya “
Apa kamu benar-benar merindukan aku, Desta ??”.
Mungkin saat ini adalah waktu yang
tepat untuk mengungkapkan semuanya. Dengan percaya diri dan keberanian yang ia
kumpulkan. Wahyu mengeluarkan sebuah kalung liontin dari sakunya. Sekilas Desta
tersontak kaget melihat kalung itu, kalung itu kenang-kenangan dari cinta
pertamanya yang ternyata mirip sekali dengan kalung liontin yang di pakai
Desta.
“Kamu dapat darimana kalung liontin itu ?”. tanya
Desta
“Ini adalah kalu liontin kenangan bersama sahabat
kecilku”. Jawab Wahyu
“Sahabat kecilmu ?? Benarkah ?? Siapakah dia ??”.
tanya Desta
“Iya, sahabat kecilku. Dia adalah seorang gadis kecil
menjelma seorang gadis remaja cantik dan anggun ,yang sekarang sedang
bersamaku”. Terang Wahyu sambil tersenyum.
“Sekarang bersamamu ?? Siapakah dia ?? Mungkinkah aku
??”. tanya Desta dengan penasaran.
“Iya,kamu orangnya. Desta Yuwita sahabat kecilku”.
Muka merah menahan malu,Desta bertanya “Apa buktinya
jika aku adalah sahabat kecilmu ??
“Coba lepas kalung liontin yang kamu pakai ,dan
cocokkan dengan kalung liontin punyaku ini”.
Desta melepas
kalungnya dan memberikan kalung itu ke tangan Wahyu,kemudian Wahyu menyatukan
kalung liontin itu,ternyata cocok,lalu ia membuka kalungnya,di dalam kalung itu
terdapat foto Desta dan Wahyu saat mereka kecil. Desta kaget melihatnya.
Tiba-tiba ia meneteskan air mata karena terharu juga merasa senang. Sebab,
orang yang bertahun-tahun ia rindukan,tanpa ia sadari selama ini berada di
dekatnya.
“Maafkan aku, aku terlambat mengingat dan mengenalimu
Wahyu “.
“Sudahlah Desta. Kamu tidak bersalah. Aku yang
bersalah karena selama ini aku bersembunyi dan tidak memberitahuu. Mulai
sekarang, aku tidak akan bersembunyi dan merahasiakan sesuatu darimu lagi. Aku
berjanji“. hibur Wahyu.
“Terima Kasih “.
Kemudian
mereka saling berpelukan ,melepas rasa rindu yang bertahun-tahun terpendam
dalam hatinya. Kini mereka telah menemukan cinta sewaktu kecil dipendamnya.
HAPPY ENDING 😊💓
Terima kasih, yang telah berkunjung di blog saya ..