Saturday, November 24, 2018

Sun Flower

SUN FLOWER

Source : google.com

Karya : Yuvendri Dwi Lestari
Prodi : Pendidikan Matematika Semester 1 STKIP PGRI Pacitan

Cinta ?? Apa itu cinta ?? Ahh,sudahlah. Aku saja tak tahu artinya cinta. Aku juga tak tahu rasanya cinta. Yaa,aku memang merasa acuh perihal cinta. Aku bisa saja jatuh cinta , namun aku takut. Takut jika cinta itu menyakitkan. Memang,cinta ada yang manis dan pahit. Sebenarnya,aku ragu. Hatiku ragu untuk menyimpan sebuah nama yang memang pantas untuk ku cinta. 

Hingga suatu saat ,aku mulai mengenal cinta. Dia yang membuat aku tahu bagaimana rasannya cinta. Berawal dari rasa kagumku padanya. Senyumnya indah, otaknya cerdas,tinggi , keren pula. Aku tidak menyangka saat kelas dua SMA ,aku bisa satu kelas dengannya. Setiap hari aku selalu bersemangat, apalagi saat dia melontarkan senyumannya padaku. 

Kisah kami berjalan baik hingga kami lulus SMA. Kami senang lulus dengan hasil yang baik. Aku berencana melanjutkan kuliah hanya  di Indonesia. Tetapi,ia memilih melanjutkan ke uar negeri. Saat itulah aku merasa, haruskah kita berpisah secepat ini ??  Tidak. Kita bisa bersama. Namun, dalam waktu dan ruang yang berbeda. 

Sebelum ia berangkat ke luar negeri, ia datang kerumahku. Katanya ia ingin memberikan hadiah padaku. Ia memberikan kotak kado padaku. Bukalah sekarang,pintanya. Aku membukanya. Aku terkejut,ternyata isinya bibit bunga matahari kecil. Dalam hati aku bertanya-tanya, apa maksudnya ini ?? Mengapa kau memberiku bibit bunga matahari ??? Ketahuilah, bunga matahari ini melambangkan kesetiaan, aku memang bukan tipe laki-laki yang romantis,mungkin seharusnya aku memberimu bunga mawar, bunga matahari bermakna kesetiaan bukan pada sepasang kekasih,tetapi kesetiaan dalam persahabatan, karena aku ingin dirimu menjadi sahabat, sahabat hidup untukku. Aku ingin kau merawatnya setiap hari, agar cinta kita tumbuh subur seperti bunga matahari. Jika kau rindu padaku tataplah bunga itu. Aku ingin kau setia menungguku seperti kau setia menunggu bunga matahari itu perlahan-lahan tumbuh besar,tuturnya. Terima kasih, karena kau telah mempercayakan bunga matahari ini padaku. Aku akan selalu menjaga dan merawatnya. Jika perlu nanti akan kubuat sebuah taman bunga matahari yang indah. Menjadi hamparan bunga matahari yang menyatu,seperti cinta kita.  Saat kau kembali kesini,aku akan mengajakmu mengelilinginya,menghabiskan setiap rindu yang terpendam. 

Baiklah,aku akan menunggu saat itu tiba. Jagalah dirimu baik-baik. Do’akan aku supaya cepat kembali. Belajarlah yang rajin. Dan jangan lupakan aku. Tunggulah aku kembali disisimu, pintanya. Aku akan selalu mengingatmu dan setia menunggumu kembali, seperti bunga matahari yang setia mengikuti gerak mentari dari arah timur menuju ke arah barat,jawabku.

Sunday, November 4, 2018

Sahabat Cintaku



Selamat malam teman-teman, jumpa lagi dengan saya .. Ok,, kali ini saya akan berbagi cerita pendek. Semoga kalian suka dan tertarik . Selamat membaca. Jangan lupa like dan komentarnya .. 
Terima kasih ..  
 
Sahabat Cintaku
            Liburan sekolah telah usai, besok adalah hari pertama masuk sekolah. Desta dengan semangat menyiapkan peralatan sekolah yang akan dibawa besok. Ia rindu dengan sekolahnya juga dengan teman-temannya.
            Kringgg... bunyi alarm yang membangunkan Desta setiap pagi. Ia langsung bergegas mandi,setelah mandi kemudian ia memakai seragam sekolahnya dan berdandan secantik mungkin. Terdengar suara mamanya memanggil Desta untuk segera sarapan. Desta pun langsung cepat-cepat keluar dari kamarnya menuju ruang makan. Di meja makan sudah tersedia roti dan susu yang biasa dipersiapkan mamanya untuksarapan. Setelah sarapa selesai,ia melirik jam tangannya ternyata sudah pukul 06.15,langsung ia berpamitan pada mamanya untuk berangkat sekolah. Tak lupa mamanya selalu berpesan agar Desta selalu rajin belajar dan berdo’a. Desta hanya tersenyum dan menganggukkan kepala sebagai tanda ia akan mengingat-ingat pesan mamanya.
            Desta mempercepat langkahnya supaya tidak terlambat sampai di sekolah. SMA Negeri Bandung adalah sekolahnya,sekolahnya merupakan salah satu SMA favorit yang ada di Bandung. Desta tergolong anak yang pandai di sekolahnya,ia sering mengikuti berbagai macam lomba baik tingkat provinsi maupun nasional. Oleh karena itu, ia selalu di segani oleh teman-temannya de sekolah. Tak jarang ia selalu membantu teman-temannya yang membutuhkan bantuannya. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit daari rumahnya,ia merasa sedikit lelah karena sudah lama tiak berjalan kaki. Jarak sekolah dari rumahnya tergolong lumayan dekat. Sampai di depan gerbang sekolah ia bertemu teman-temannya,sambil berjalan  menuju ruang kelas diselingi canda dan tawa untuk menghilangkan rasa kangen mereka. Sampai di kelas ternyata sudah banyak siswa yang datang,mereka langsung mencari meja dan bangku untuk ditempati.
            Beberapa menit kemudian,bel masuk berbunyi. Seluruh siswa masuk ke dalam ruang kelas masing-masing. Bu Shinta wali kelas Desta memasuki ruang kelas. Namun,kali ini ia membawa seorang anak laki-laki pindahan yang tampan,tinggi,dan putih. Sontak seluruh siswa di dalam kelas bersorak ria. Bu Shinta emudian mempersilahkan anak laki-laki itu untuk memperkenalkan diri. Di antara teman-teman Desta yang lain,ada yang melontarkan berbagai pertanyaan yang aneh-aneh,di antaranya : sudah punya pacar belum ? minta no hp nya donk ? rumahnya dimana?. Namun, berbeda dengan Desta. Saat anak laki-laki itu menyebutkan namanya,tiba-tiba Desta kaget,ia merasa tidak asing dengan nama anak laki-laki itu. Ia mencoba mengingat-ingat dimana,kapan,dan bagaimana ia pernah bertemu dengan anak itu. Namun sayangnya,ia tidak bisa mengingatnya. Wahyu tidak menanggapi berbagai pertanyaan dari siswa lainnya, ia hanya memandang ke arah Desta yang terlihat sedikit bingung.
            Bu Shinta kemudian menyuruh Wahyu untuk duduk di samping Desta,kebetulan bangku di sebelah Desta itu kosong. Yah, anak laki-laki itu bernama Wahyu,lengkapnya Wahyu Tri Handika. Wahyu dengan senang hati bisa duduk di samping Desta. Dalam hati Wahyu bergumam ,” Desta Yuwita sahabat kecilku dulu,sekarang menjelma menjadi seorang gadis remaja yang cantik dan anggun”. Sambil senyum cengengesan ,Wahyu menyapa Desta, Desta sedikit kaget karena pada saat itu ia  sedang melamun mencoba memutar ingatannya tentang anak laki-laki itu. Desta membalas sapaan Wahyu dengan senyum yang memperlihatkan tanda lesung di pipinya. Wahyu melihat senyuman Desta yang ditambahi lesung pipinya,membuat ia ingin sekali mencubit pipinya yang sering ia lakukan sebelum mereka berpisah.
            Sehari-hari diselinhi canda dan tawa diantara perbincangan mereka,seolah-olah mereka sudah sangat dekat satu sama lain. Wahyu hanya bisa bertanya dalam hati,”apa kau sudah melupakan aku,Desta ? ini aku, Wahyu sahabat kecilmu”. Yaa, wajar saja Desta lupa dengannya ,karena sudah 10 tahun lebih mereka berpisah. Namun , hati Wahyu merasa senang bisa bercanda tawa setiap hari bersama Desta lagi,setelah sekian lama mereka berpisah. Jika Desta benar-benar lupa dengannya. Sampai waktu yang tepat ,Wahyu akan memberitahu kalau ia adalah sahabat kecil Desta.
            Hari berganti minggu,minggu berganti bulan. Kini hati Desta berdebar-debar ketika Wahyu sering menyunggingkan senyum,belum pernah ia merasakan hati berdebar-debar ketika bersama dengan anak lelaki seperti sekarang ini.,seolah-olah hati Desta memiliki ikatan batin dengan Wahyu. Rasa penasaran Desta kepada Wahyu tidak bisa di tahan lagi. Dengan segala keberaian yang ia kumpulkan , ia bertanya kepada Wahyu tentang rumahnya dimana,keluarganya siapa,dan mengatakan bahwa ia merasa pernah bertemu dengannya. Tetapi Desta tidak mendapatkan jawaban sesuai dengan harapannya,Wahyu dengan spontan hanya menjawab “Rahasia”,itu membuat hati Desta sedikit kesal dibuatnya. Namun, dalam hati Wahyu bertanya “apa kamu sudah bisa mengingat dan mengenaliku,Desta ?”. Dengan  keputusan yang bulat,secepatnya ia akan memberitahu Desta segalanya,sebelum Desta terlanjur  membencinya.
            Suatu hari,saat pelajaran telah selesai dan waktunya pulang pun tiba. Wahyu mengajak Desta pergi jalan-jalan ke suatu tempat. Desta pun setuju sekaligus ia bisa melepas rasa lelah setelah menerima pelajaran yang sangat membosankan. Wahyu mengajak Desta pergi jalan-jalan ke taman bunga, ternyata taman bunga itu adalah tempat kenangan Desta dengan Wahyu. Betapa senangnya hati Desta di ajak jalan-alan seorang teman yang baru ia kenal beberapa bulan yang lalu,ternyata ke tempat favoritnya. Desta memulai pembicaraan dengan berkata “ Aku sangat merindukan taman bunga ini,juga sangat rindu dengan orang yang aku sayangi ,sewaktu kecil kita setiap hari menghabiskan waktu di taman bunga ini,taman bunga ini merupakan kenangan terindah dengannya. Dia adalah sahabat sekaligus cinta pertamaku,namun saat ini aku tidak tahu keberadaannya,karena kita berpisah sudah 10 tahun lebih”. Mendengar perkataan Desta,dalam hati Wahyu bertanya “ Apa kamu benar-benar merindukan aku, Desta ??”.
            Mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya. Dengan percaya diri dan keberanian yang ia kumpulkan. Wahyu mengeluarkan sebuah kalung liontin dari sakunya. Sekilas Desta tersontak kaget melihat kalung itu, kalung itu kenang-kenangan dari cinta pertamanya yang ternyata mirip sekali dengan kalung liontin yang di pakai Desta.
“Kamu dapat darimana kalung liontin itu ?”. tanya Desta
“Ini adalah kalu liontin kenangan bersama sahabat kecilku”. Jawab Wahyu
“Sahabat kecilmu ?? Benarkah ?? Siapakah dia ??”. tanya Desta
“Iya, sahabat kecilku. Dia adalah seorang gadis kecil menjelma seorang gadis remaja cantik dan anggun ,yang sekarang sedang bersamaku”. Terang Wahyu sambil tersenyum.
“Sekarang bersamamu ?? Siapakah dia ?? Mungkinkah aku ??”. tanya Desta dengan penasaran.
“Iya,kamu orangnya. Desta Yuwita sahabat kecilku”.
Muka merah menahan malu,Desta bertanya “Apa buktinya jika aku adalah sahabat kecilmu ??
“Coba lepas kalung liontin yang kamu pakai ,dan cocokkan dengan kalung liontin punyaku ini”.
            Desta melepas kalungnya dan memberikan kalung itu ke tangan Wahyu,kemudian Wahyu menyatukan kalung liontin itu,ternyata cocok,lalu ia membuka kalungnya,di dalam kalung itu terdapat foto Desta dan Wahyu saat mereka kecil. Desta kaget melihatnya. Tiba-tiba ia meneteskan air mata karena terharu juga merasa senang. Sebab, orang yang bertahun-tahun ia rindukan,tanpa ia sadari selama ini berada di dekatnya.
“Maafkan aku, aku terlambat mengingat dan mengenalimu Wahyu “.
“Sudahlah Desta. Kamu tidak bersalah. Aku yang bersalah karena selama ini aku bersembunyi dan tidak memberitahuu. Mulai sekarang, aku tidak akan bersembunyi dan merahasiakan sesuatu darimu lagi. Aku berjanji“. hibur Wahyu.
“Terima Kasih “.
     Kemudian mereka saling berpelukan ,melepas rasa rindu yang bertahun-tahun terpendam dalam hatinya. Kini mereka telah menemukan cinta sewaktu kecil dipendamnya.

HAPPY ENDING 😊💓 


Terima kasih, yang telah berkunjung di blog saya ..

Sun Flower

SUN FLOWER Source : google.com Karya : Yuvendri Dwi Lestari Prodi : Pendidikan Matematika Semester 1 STKIP PGRI Pacitan C...